Langsung ke konten utama
"jangan bermain api di ladang yang tandus." mungkin itu gambaran yang tepat untukku saat ini. sangat rapuh.
aku ingat betul dimana aku menjadi seorang yang begitu periang, mempunyai banyak teman, bahkan aku tidak benar-benar tau sedih dan penderitaan itu seperti apa. satu-satunya yang membuatku bersedih adalah ketika putus dengan pacar. aku ingat betul, aku bersedih hanya sekitar 2 jam. pada saat itu akupun merasa heran pada diriku sendiri dan berpikir bahwa, apa ini normal?
tentu saja, pikiran tersebut tidak menggangguku karena aku tidak memikirkannya lebih dalam. karena aku hanya sibuk bernyanyi dan berjoget di depan kaca diiringin musik dalam ponsel. dan makanan yang enak tidak terlewatkan.
saat ini aku baru menyadari, bagimana kamu bisa sedih jika kamu mempunyai semua apa yang kamu butuhkan.
kamu memiliki ibu dan bapak yang hobinya bercanda, memiliki pekerjaan, pendidikan yang lancar, uang yang cukup, makanan yang enak, teman yang banyak dan pria-pria yang selalu berkata "here, im here."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sebuah mimpi

​ Hari itu kami berangkat liburan bersama. Rombongan kecil, seperti perjalanan singkat untuk menghirup udara baru. Tujuan awalnya sebuah vila di tempat terpencil, dikelilingi hutan lebat. Hanya ada pohon di kiri-kanan. Begitu sampai, ada rasa yang tidak pas. Sunyi yang terlalu sunyi. Tak menunggu waktu lama kamipun sepakat putar balik, mencari tempat lain. Hingga kami menemukan vila kedua, dekat pemukiman warga. Di depannya terdapat masjid dan rumah-rumah berdempetan, suara kehidupan yang terasa normal. Aman. Kami masuk dan mulai bersenang-senang. Tertawa, bermain, menikmati kebersamaan. Sebagian dari rombongan bermain game di halaman. Aku berada di dalam vila, menyiapkan keperluan barbeque sambil sesekali menatap ke luar, melihat mereka yang bermain. Di dalam vila itu, aku melihat dua anak kecil sekitar tiga dan lima tahun hadir begitu saja, tenang, seperti bagian dari tempat itu. Tiba-tiba seorang pria yang biasa dipanggil “ustad” entah kenapa kami memanggilnya begitu, dia berlar...
04.03 malam ini tak air mata mengalir begitu saja setelah melihat video yang memperlihatkan seorang perempuan yang berhasil di selamatkan oleh sopir dalam percobaan bunuh diri. dalam rekaman yang diambil dari cctv bus. seorang perempuan berdiri di atas jembatan, kemudian sang sopir turun dan mencoba mengajak perempuan tersebut untuk bergerak menjauhi tempat tsb, namun sepertinya ia enggan untuk beranjak. ditengah ketegangan, sopir menipunya dengan mengarahkan pandangan wanita tersebut ke arah lain. ketika ia lengah, sang sopir menangkap perempuan tersebut dan membawanya ke tempat yang lebih aman. seketika beberapa pria keluar dari dalam bus membantu membawanya ke dalam bus. aku tidak tau cobaan seperti apa yang dihadapi wanita tsb sehingga ia ingin mengakhiri hidupnya. mungkin dia berpikir bahwa kematian adalah cara terbaik agar kita tidak merasakan lagi sakit. pun aku sering berpikir demikian untuk mengakhiri rasa sakit. 3 tahun dibayangi keinginan untuk bunuh diri. bahkan ada satu wa...
the litle in me always want to find "my self". but i asked "wich one?". and the litle in me can't answer that question. someday, i told to the litle in me "we will not looking for true rena like before, we will create rena who have a beautifull soul, not a temprametal person, a wise rena, an indipendent person, and a lot good thing. it will not easy, i know. but we would try. and i believe it." the litle in me smile.