Langsung ke konten utama

Postingan

sebuah mimpi

​ Hari itu kami berangkat liburan bersama. Rombongan kecil, seperti perjalanan singkat untuk menghirup udara baru. Tujuan awalnya sebuah vila di tempat terpencil, dikelilingi hutan lebat. Hanya ada pohon di kiri-kanan. Begitu sampai, ada rasa yang tidak pas. Sunyi yang terlalu sunyi. Tak menunggu waktu lama kamipun sepakat putar balik, mencari tempat lain. Hingga kami menemukan vila kedua, dekat pemukiman warga. Di depannya terdapat masjid dan rumah-rumah berdempetan, suara kehidupan yang terasa normal. Aman. Kami masuk dan mulai bersenang-senang. Tertawa, bermain, menikmati kebersamaan. Sebagian dari rombongan bermain game di halaman. Aku berada di dalam vila, menyiapkan keperluan barbeque sambil sesekali menatap ke luar, melihat mereka yang bermain. Di dalam vila itu, aku melihat dua anak kecil sekitar tiga dan lima tahun hadir begitu saja, tenang, seperti bagian dari tempat itu. Tiba-tiba seorang pria yang biasa dipanggil “ustad” entah kenapa kami memanggilnya begitu, dia berlar...
Postingan terbaru
the litle in me always want to find "my self". but i asked "wich one?". and the litle in me can't answer that question. someday, i told to the litle in me "we will not looking for true rena like before, we will create rena who have a beautifull soul, not a temprametal person, a wise rena, an indipendent person, and a lot good thing. it will not easy, i know. but we would try. and i believe it." the litle in me smile.
in every journey i'v been through, i always walk alone. try to figure it out to find the meaning all of this. i doesn't even know which a right or wrong way. the only thing that i know is i have to protect my self. and now, i went too far. a little girl in me was confuse. i won't blame anything or anyone. i'll picking up all the piece thing was boken in me, put it back together. breath always give hope for a chance, its never too late. to little girl in me, dont worry. we would find a right way. because we better than this.
malam itu dia disampingku, kami mencoba untuk tidur. "kamu tau gak, kalo aja dulu aku punya banyak uang. anakmu, janin yang ada di perutku akan aku bawa kabur dan aku besarkan sendirian." ucapku sambil menatap langit-langit kamar. sontak dia menarik tanganku dan memeluk ku dengan erat dan berkata "jangan pernah ngomong kaya gitu, jangan!" aku hanya terdiam, tidak mengetahui apa maksud dari perkataannya. pikiranku melayang, membayangkan bagaimana rasanya hidup berdua dengan anakku sendiri. menggenggam tangan kecil atau mencium baunya. membayangkan rasanya menjadi seorang ibu. hal yang selalu aku inginkan.
kemabokan setelah minum alkohol adalah hal yang tidak menyenangkan. 7.34 aku mengambil handphone dan menuliskan pikiran sampah ini. pagi ini aku hanya berbaring di tempat tidur dan merasakan perut yang tidak enak setelah semalam minum terlalu banyak. kaki terasa pegal. mungkin karena semalam aku mospit dilanjut dengan tarian pengusir mandor yang biasa jamet kuproy bawa. aaaaak aku lelah, ingin makan tapi gak enak perut. karena terlalu banyak minum semalam dalam perjalanan pulang temanku menyarankan "ren keluarin aja, coloook!" dengan kepala yang masih berputar aku menjawab "gimana caranya, gw belum pernah." akhirnya kita berhenti di depan salah satu kampus. aku jongkok kemudian memasukan jari ke dalam mulutku. "keluarin ren, keluarin." temanku menyemangati sambil memijat leher belakangku. akhirnya beberapa kali sesuatu keluar dari mulutku. entah apa, karena kondisinya saat itu gelap. setelah merasa cukup akhirnya kami pulang. tapi tentu saja pandanganku be...
tadi malam terjadi hal yang cukup unik. dimana aku terbangung ditengah mimpi karena selimut yang aku gunakan tidak menutup badanku dengan baik, sehingga aku merasa kedinginan. hal yang menarik adalah aku tidak bermimpi buruk hahaha biasanya ketika aku kedinginan, aku selalu bermimpi hal yg menakutkan. sudah dapat di pastikan. namun tadi malam berbeda. aku percaya bahwa mimpi dapat menjadi tolak ukur untuk jiwa seseorang.
"jangan bermain api di ladang yang tandus." mungkin itu gambaran yang tepat untukku saat ini. sangat rapuh. aku ingat betul dimana aku menjadi seorang yang begitu periang, mempunyai banyak teman, bahkan aku tidak benar-benar tau sedih dan penderitaan itu seperti apa. satu-satunya yang membuatku bersedih adalah ketika putus dengan pacar. aku ingat betul, aku bersedih hanya sekitar 2 jam. pada saat itu akupun merasa heran pada diriku sendiri dan berpikir bahwa, apa ini normal? tentu saja, pikiran tersebut tidak menggangguku karena aku tidak memikirkannya lebih dalam. karena aku hanya sibuk bernyanyi dan berjoget di depan kaca diiringin musik dalam ponsel. dan makanan yang enak tidak terlewatkan. saat ini aku baru menyadari, bagimana kamu bisa sedih jika kamu mempunyai semua apa yang kamu butuhkan. kamu memiliki ibu dan bapak yang hobinya bercanda, memiliki pekerjaan, pendidikan yang lancar, uang yang cukup, makanan yang enak, teman yang banyak dan pria-pria yang selalu berkata ...