Hari itu kami berangkat liburan bersama. Rombongan kecil, seperti perjalanan singkat untuk menghirup udara baru. Tujuan awalnya sebuah vila di tempat terpencil, dikelilingi hutan lebat. Hanya ada pohon di kiri-kanan. Begitu sampai, ada rasa yang tidak pas. Sunyi yang terlalu sunyi. Tak menunggu waktu lama kamipun sepakat putar balik, mencari tempat lain. Hingga kami menemukan vila kedua, dekat pemukiman warga. Di depannya terdapat masjid dan rumah-rumah berdempetan, suara kehidupan yang terasa normal. Aman. Kami masuk dan mulai bersenang-senang. Tertawa, bermain, menikmati kebersamaan. Sebagian dari rombongan bermain game di halaman. Aku berada di dalam vila, menyiapkan keperluan barbeque sambil sesekali menatap ke luar, melihat mereka yang bermain. Di dalam vila itu, aku melihat dua anak kecil sekitar tiga dan lima tahun hadir begitu saja, tenang, seperti bagian dari tempat itu. Tiba-tiba seorang pria yang biasa dipanggil “ustad” entah kenapa kami memanggilnya begitu, dia berlar...
the litle in me always want to find "my self". but i asked "wich one?". and the litle in me can't answer that question. someday, i told to the litle in me "we will not looking for true rena like before, we will create rena who have a beautifull soul, not a temprametal person, a wise rena, an indipendent person, and a lot good thing. it will not easy, i know. but we would try. and i believe it." the litle in me smile.