Langsung ke konten utama

 kabar dari kawan.

sore ini seorang teman lama mengirimkan sebuah foto dalam pesan whatsapp. terlihat seorang pria bertubuh kurus terbaring di atas kasur lantai.

dia hanya memberikan pesan singkat "udah tau belum?"

ternyata pria dalam foto tersebut adalah ipul, teman satu angkatan ketika aku berada di sekolah menengah pertama. pria yang sopan dan yg tidak pernah kasar kepada wanita.

aku dengar bahwa dia sedang tertimpa musibah. kawan kami sakit dan bolak-balik dirawat di rs, sedangkan istrinya sedang dalam kondisi hamil. sehingga teman satu angkatan menggelar donasi untuk membantu ipul.

membayangkan kondisi hidup yang mereka jalani, aku tidak bisa membayang rasa sakit yg mereka alami. dan yang lebih menyakitkan, aku tidak bisa membantu meringankan beban. aku ingin menangis, tapi sepertinya mata ini sudah lelah untuk terus melakukan hal yang sama. aku merasa tidak berguna dan sedih. ingin rasanya membantu namun mengingat kondisiku sendiri yang hari ini bisa makan saja aku sudah bersyukur.

aku tidak tau, apakah aku bisa menebus ini semua? menebus rasa bersalahku karena tidak bisa membantu orang lain.

aku hanya berdoa pada tuhan, jika memang aku adalah orang yang tepat untuk dititipkan harta. aku ingin membantu dan memberi kehidupan untuk orang-orang. tapi jika orang itu bukanlah aku, tolong bukakanlah pintu hati mereka.

saat ini aku hanyalah seorang pemimpi yang ingin bisa menolong orang-orang. kini tugasku hanya berusaha. dan aku percaya, tuhan bersama orang-orang yang berusaha.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

sebuah mimpi

​ Hari itu kami berangkat liburan bersama. Rombongan kecil, seperti perjalanan singkat untuk menghirup udara baru. Tujuan awalnya sebuah vila di tempat terpencil, dikelilingi hutan lebat. Hanya ada pohon di kiri-kanan. Begitu sampai, ada rasa yang tidak pas. Sunyi yang terlalu sunyi. Tak menunggu waktu lama kamipun sepakat putar balik, mencari tempat lain. Hingga kami menemukan vila kedua, dekat pemukiman warga. Di depannya terdapat masjid dan rumah-rumah berdempetan, suara kehidupan yang terasa normal. Aman. Kami masuk dan mulai bersenang-senang. Tertawa, bermain, menikmati kebersamaan. Sebagian dari rombongan bermain game di halaman. Aku berada di dalam vila, menyiapkan keperluan barbeque sambil sesekali menatap ke luar, melihat mereka yang bermain. Di dalam vila itu, aku melihat dua anak kecil sekitar tiga dan lima tahun hadir begitu saja, tenang, seperti bagian dari tempat itu. Tiba-tiba seorang pria yang biasa dipanggil “ustad” entah kenapa kami memanggilnya begitu, dia berlar...
04.03 malam ini tak air mata mengalir begitu saja setelah melihat video yang memperlihatkan seorang perempuan yang berhasil di selamatkan oleh sopir dalam percobaan bunuh diri. dalam rekaman yang diambil dari cctv bus. seorang perempuan berdiri di atas jembatan, kemudian sang sopir turun dan mencoba mengajak perempuan tersebut untuk bergerak menjauhi tempat tsb, namun sepertinya ia enggan untuk beranjak. ditengah ketegangan, sopir menipunya dengan mengarahkan pandangan wanita tersebut ke arah lain. ketika ia lengah, sang sopir menangkap perempuan tersebut dan membawanya ke tempat yang lebih aman. seketika beberapa pria keluar dari dalam bus membantu membawanya ke dalam bus. aku tidak tau cobaan seperti apa yang dihadapi wanita tsb sehingga ia ingin mengakhiri hidupnya. mungkin dia berpikir bahwa kematian adalah cara terbaik agar kita tidak merasakan lagi sakit. pun aku sering berpikir demikian untuk mengakhiri rasa sakit. 3 tahun dibayangi keinginan untuk bunuh diri. bahkan ada satu wa...
the litle in me always want to find "my self". but i asked "wich one?". and the litle in me can't answer that question. someday, i told to the litle in me "we will not looking for true rena like before, we will create rena who have a beautifull soul, not a temprametal person, a wise rena, an indipendent person, and a lot good thing. it will not easy, i know. but we would try. and i believe it." the litle in me smile.